masalah


Written on 23 Oktober 2008 – 08:45 | by agungpranoto

akan lebih baik jika masalah diselesaikan dengan tindakan pertama. yaitu tenang. 

Tags:

kesempatan


Written on 23 Oktober 2008 – 08:38 | by agungpranoto

belum tentu kesempatan akan muncul dua kali. namun ada yang lebih penting dari hal itu jika kita memiliki strategi untuk mengelola kesempatan. bukan hanya memanfaatkannya secara membabi buta.

Tags:

kemajuan


Written on 11 Oktober 2008 – 10:19 | by agungpranoto

jangan pernah berpikir bahwa kita dalam kondisi diam. selalu berpikir maju. pikirkan apa yang akan kita lakukan di masa depan. dunia dimiliki oleh orang-orang yang berpikir seperti ini.

Tags:

sahabat


Written on 11 Oktober 2008 – 09:53 | by agungpranoto

ada kalanya sahabat mengatakan hal yang menyakitkan, untuk memberikan peringatan kepada kita. namun kita kadang terlambat menyadari itu adalah kalimat yang keluar dari mulut seorang sahabat. kadang kita hanya memahami itu adalah kalimat yang keluar dari mulut seorang musuh.

Tags:

hujan


Written on 8 Oktober 2008 – 07:16 | by agungpranoto

berjuta jam kita menunggu datangnya hujan. namun ketika hujan jatuh, lebih banyak umpatan yang kita sampaikan. sialan sepatuku kotor, wah genteng bocor, bajuku basah, kendaraanku tambah kotor, acara gagal. sebenarnya apa yang kita inginkan ya…

Tags:

pekerjaan


Written on 25 September 2008 – 12:58 | by agungpranoto

jatah pekerjaan hari ini aku habiskan. untuk kemudian mengharapkan pekerjaan yang lain esok hari. untuk itulah aku ada. dan menjadi bagian dari perubahan. walaupun kecil, sangat kecil.

kursi


Written on 25 September 2008 – 12:48 | by agungpranoto

ketika lama aku baru menyadari bahwa kursi empukku di ruang kerja membuat punggungku sakit. karena dengan empuknya, punggungku menjadi lebih berat menyangga tubuhku yang melengkung karena masuk ke dalam kursi empukku. pagi ini aku ganti dengan kursi lamaku yang seluruhnya terbuat dari kayu.

jika


Written on 24 September 2008 – 12:25 | by agungpranoto

jika saja saya bisa memilih untuk kembali ke hari kemarin, maka saya akan senang dan sedih. senang karena dapat mengulang keindahan dan tidak melakukan hala-hal bodoh. sedih karena aku menjadi kerdil dan tidak dapat menjadi manusia kuat untuk menghadapi kerasnya hidup.